Alergi merupakan serangkaian gejala yang timbul sebagai respon dari sistem imun tubuh terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya. Zat ini dikenal sebagai alergen. Reaksi alergi biasanya terjadi setelah kontak langsung dengan kulit, terhirup, atau dimakan. Pemicu alergi pada anak bermacam-macam. Gejala yang ditimbulkan juga tergantung pada pemicunya. Lalu apa saja pemicu alergi pada anak?

1. Makanan

Makanan adalah pemicu alergi anak yang paling sering. Alergi makanan muncul ketika tubuh bereaksi terhadap protein yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Reaksi ini biasanya terjadi sesaat setelah makanan dikonsumsi.

Biasanya kasus alergi makanan pada anak disebabkan oleh telur, susu sapi, kacang tanah, kedelai, gandum, kacang dari pohon (seperti kenari, pistachio, pecan, kacang mete), ikan (seperti tuna, salmon), dan makanan laut (seperti udang, lobster, cumi). Alergi makanan seperti daging, buah-buahan, sayuran, padi-padian, dan biji-bijian seperti wijen, juga mungkin terjadi. Reaksi alergi makanan dapat beragam, mulai dari reaksi ringan sampai reaksi berat.

Reaksi alergi makanan dapat beraham, mulai dari reaksi ringan sampai reaksi berat. Sebelum Anda mengetahui bahwa anak Anda mengalami alergi makanan, ketahui terlebih dahulu gejala-gelaja umum alergi makanan. Gejalanya bisa dilihat biasanya ruam atau bintik-bintik merah pada kulit yang terlihat layaknya gigitan nyamuk, mual dan muntah, nada mengi, tenggorokan jadi terikat, bersin, diare, hingga syok anafilaktik untuk masalah reaksi alergi kronis. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

Namun alergi makanan anak usia dini bisa hilang. Sekitar 80%-90% alergi telur, susu, gandum, dan kedelai tidak akan muncul lagi pada saat anak berusia 5 tahun. Akan tetapi sedikit yang bisa benar-benar sembuh dari alergi kacang-kacangan atau makanan laut. Dokter anak atau juga pakar alergi dapat jalankan serangkaian tes sebelum akan mendiagnosis alergi makanan terhadap anak dan memantau perkembangannya, apakah alergi udah hilang atau belum.

2. Serbuk sari, debu dan jamur

Lingkungan merupakan salah satu pemicu alergi anak. Jika anak Anda bereaksi berlebihan terhadap lingkungan, berarti anak Anda memilki alergi rhinitis. Alergi rhinitis adalah peradangan yang terjadi pada rongga hidung akibat reaksi alergi. Terdapat beragam alergi yang bisa memicu reaksi sistem kekebalan tubuh jika terhirup melalui hidung. Beberapa jenis alergi yang umum adalah serbuk sari, tungau, debu, spora jamur, serta bulu hewan. Asap rokok dan parfum juga termasuk pemicu alergi ini.

3. Obat

Alergi obat merupakan sebuah reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap suatu obat yang digunakan. Reaksi seperti ini muncul dikarenakan sistem kekebalan tubuh si anak menganggap zat tertentu dalam obat tersebut sebagai substansi yang bisa membahayakan tubuh. Kondisi seperti ini berbeda dengan efek samping obat yang biasanya tercantum pada kemasan, maupun keracunan obat akibat overdosis.

Gejala alergi obat umumnya muncul secara bertahap seiring sistem kekebalan tubuh yang membangun antibodi untuk melawan obat tersebut. Gejala seperti ini mungkin tidak muncul secara langsung saat anak Anda pertama kali menggunakan obat.

Pada tahap penggunaan pertama, sistem kekebalan tubuh akan menilai obat sebagai substansi berbahaya bagi tubuh kemudian mengembangkan antibodi secara perlahan-lahan. Pada penggunaan berikutnya, antibodi ini akan mendeteksi dan menyerang substansi dari obat tersebut. Proses inilah yang bisa memicu gejala-gejala alergi obat. Sebagian besar alergi obat memiliki gejala yang ringan, dan kebanyakan akan reda dalam beberapa hari setelah penggunaan obat dihentikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *